SARASEHAN PENDIDIKAN “MEMBUDAYAKAN LITERASI ANAK DI SEKOLAH DAN DI RUMAH”

SARASEHAN PENDIDIKAN “MEMBUDAYAKAN LITERASI ANAK DI SEKOLAH DAN DI RUMAH”

sarasehan_paud_plus_Azzalfa

Sabtu, 17 November kemarin Paud Plus Az-zalfa melaksanakan kegiatan Sarasehan Pendidikan dengan mengangkat tema “membudyakan Literasi Anak di Sekolah dan di Rumah”. Acara ini dilaksanakan di Pendopo Kabupaten Pacitan yang diikuti oleh seluruh orang tua murid Paud plus Az-zalfa, baik pada level TPA, Kelompok Bermain juga pada kelompok Taman Kanak-Kanak. Acara ini digelar sebagai salah satu rangkain kegiatan Gernas Baku tingkat Nasional yang sudah di tetapkan oleh pemerintah Pada tahun ini. Gerakan gernasbaku iki di motori dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan lewat Dirjen Pendidikan Keluarga. Yang diharapkan dari kegiatan ini adalah meningkatkan minat baca bagi anak-anak Indonesia.

Dan Alhamdulillah Paud Az-zalfa terpilih sebagai salah satu PAUD percontohan diantara 15 Paud yang di pilih oleh pemerintah pada tahun ini, yang dipandang sudah melaksanakan gerakan literasi di Sekolah. Dan kegiatan sarasehan ini adalah sebagai salah satu tindak lanjut dari apa yang sudah di amanatkan oleh pemerintah untuk lebih menggalakkan berbagai kegiatan literasi baik disekolah maupun dirumah. Dengan menghadirkan salahsatu pakar dan praktisi Literasi di Kabputen Pacitan  Bapak Endro Wahyudi

Pengelola PAUD plus Az-zalfa (Mrs. Yanti) berharap dari kegiatan ini mampu menumbuhkan kesadaran para orang tua dan juga para pendidik di Az-zalfa untuk lebih menggiatkan kegiatan literasi. Karena kita yakin dengan banyak  membaca akan mampu menyibak jendela dunia. Membaca dan menulis menjadi kunci untuk mengetahui informasi dan mencerdaskan kehidupan bangsa. Budaya membaca dan menulis menjadi pilar budaya literasi. Pembiasaan membaca dan menulis  harus dimulai dari ranah keluarga. Orang tua harus menjadi teladan membaca bagi anak-anaknya. Oleh karena itu, orang tua harus menjadi contoh membaca di rumah dan mengajak anak-anaknya bersama. Di Indonesia saat ini, budaya membaca dan menulis masih sangat kurang. Lebih banyak anak-anak dan orang tua menonton sinetron TV dan bermain game atau bermain HP. Dan seperti apa yang disampikan oleh pemateri, Bpk. Endro Wahyudi..untuk memulai gerakan literasi ini, yang pertama kita harus cinta dulu terhadap dunia literasi.

Kemudian bagaimana kita membangun komitemen bersama. Orang tua harus mengajak anak-anaknya membangun komitmen bersama untuk membiasakan membaca dan menulis pada jam-jam tertentu di rumah secara bersama-sama. Misalnya sehabis maghrib, anak-anak diajak membaca berbagai buku bacaan agama, sosial, fiksi, dan berbagai bacaan yang disenangi. Komitmen membaca harus disepakati oleh keluarga secara bersama. Untuk mengawali budaya baca di rumah, tidak harus lama tetapi konsisten dan terus-menerus dan dimulai dengan komitmen untuk memulai membaca dan menulis bersama.

Konsisten membaca dan berlanjut terus. Setelah dibangun komitmen untuk memulai membaca dan menulis bersama serta  dijadwalkan secara rutin, diperlukan konsistensi dan keberlanjutan. Artinya, diperlukan upaya keberlanjutan membaca dan menulis dimulai dengan topik-topik tertentu dengan pembahasan secara bersama di forum keluarga tersebut. Banyak hal yang akan didapatkan dalam forum diskusi keluarga tersebut untuk anak-anak kita, antara lain melatih keterampilan menyimak, berbicara,  membaca, dan menulis secara kritis terhadap topik-topik yang dibaca.

Penyediaan pojok-pojok baca di rumah. Untuk mendukung budaya m,embaca dan menulis di rumah perlu disediakan berbagai bahan bacaan di pojok-pojok baca. Oleh karena itu, berbagai model bahan bacaan, seperti Koran, majalah, karya-karya fiksi, nonfiksi, biografi, dan buku-buku umum lainnya yang mendukung motivasi membaca dan menulis perlu disediakan di pojok-pojok baca keluarga. Upayakan di setiap sudut ruang yang memungkinkan tempat bermain dan duduknya anak-anak dan keluarga sediakan bahan-bahn bacaan.

Praktikan untuk membaca dan menulis secara bertahap. Keterampilan membaca dan menulis harus dipraktikkan dan dilatih secara terus menerus. Oleh karena itu, setelah tumbuh budaya membaca  dan menulis pada ranah keluarga ajaklah anak-anak untuk membiasakan diri menuangkan ide gagasannya secar lisan dan tulis. Penyampaian ide secara lisan akan membantu melatih keterampilan berbicara sedangkan penyampaian secara lisan akan melatih keterampilan menulis. Dengan demikian, pembiasaan budaya membaca dan menulis akan sangat efektif dimulai sejak dini dari ranah keluarga. Dengan demikian, upaya untuk mengintegrasikan membudayakan membaca dan menulis di rumah akan sangat membantu proses belajar mengajar anak di sekolah dan masyarakat. Dengan demikian, keluarga menjadi salah satu pilar pendidikan yang efektif untuk anak-anak kita sebagai calon generasi masa depan bangsa Indonesia.