Mengenalkan Ibadah Haji Sejak Dini

Mengenalkan Ibadah Haji Sejak Dini

Mengenalkan_Ibadah_Haji_Sejak_Dini

Secara istilah, manasik haji mengandung pengertian sebagai sebuah cara mengerjakan, tuntunan, atau peragaan dalam melaksanakan ibadah haji sesuai rukun-rukunnya. Ketika mengikuti manasik haji, kita akan dilatih tentang langkah-langkah pelaksanaan haji di Tanah Suci.

Inilah yang coba kita lakukan di Sekolah Alam Pacitan dan Paud Plus Az-zalfa, dengan mengenalkan dan mengajarkan manasik Haji kepada anak-anak.

Langah-langkah itu dimulai dari pemahaman tentang rukun haji, syarat wajib dan sunah, hal yang boleh dan dilarang ketika haji, hingga urutan kegiatan ibadah haji. Kemudian anak-anak diajak merasakan praktik langsung, seperti tawaf, sa’i, wukuf, lempar jumrah, dan ibadah lain yang dikerjakan selama haji.

Sejak sedari dini anak-anak sudah mulai bersiap diri untuk mengikuti kegiatan manasik yang dilaksanakan di Lapangan Peta Pacitan pada selasa 28 Agustus 2018 kemarin. Karena memang acara kita ini di mulai pada pukul 06.00 WIB. Setelah anak-anak memakai paiakian ihram kemudian anak anak mulai berbaris sesuai kelompok Negara yang sudah di persiapkan oleh para teacher.

Seru dan penuh antusiasme adalah pemandangan yang akan kita temukan, ketika melihat anak-anak melakukan manasik haji. Di balik keseruan tersebut, ada pemahaman mendalam kenapa praktik tersebut diberikan ke anak-anak. Di antaranya:

  1. Bekal Iman untuk Masa Depan

Pengertian manasik haji dan pemahamannya yang diperkenalkan sejak dini, bisa menjadi bekal iman untuk masa depan anak-anak. Ibarat mengukir di atas batu, kegiatan manasik haji akan membekas ke dalam ingatan. Apalagi bila mengikat usia anak-anak di rentang waktu Taman Kanak-Kanak masuk dalam usia emas.

  1. Membentuk Sikap dan Karakter bernafaskan Islam

Pendidikan adalah salah satu cara terbaik menanamkan nilai kebaikan pada anak-anak. Nilai-nilai yang bisa membentuk karakter dan sikap mereka seiring bertambahnya usia. Misalnya ketika anak-anak mengikuti kegiatan manasik haji. Praktik Tawaf yang ditujukan untuk memuja Allah SWT wajib diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari. Kegiatannya bisa lewat sholat 5 waktu dan tidak menunda. Melaksanakan sa’i bisa memberikan pemahaman akan usaha meraih sesuatu, rajin  dan bekerja keras. Sementara lempar jum’rah bisa mengajarkan untuk menghindari syirik dan perilaku yang dilarang Allah SWT.

  1. Memperkuat Ukhuwah Islamiyah antar siswa, guru, dan orang tua

Pendidikan agama untuk anak-anak tidak hanya sebatas di sekolah. Sangat dianjurkan bila pendidikan juga diterapkan dalam lingkungan keluarga dan sosial. Untuk mewujudkan itu, tentunya dibutuhkan keterlibatan aktif dari guru, siswa, dan orang tua. Lewat praktik manasik haji yang diajarkan sejak dini, hal tersebut bisa diupayakan bersama.

  1. Badal Haji

Selain itu, kegiatan manasik haji juga dimaksudkan untuk memberikan motovasi pada anak-anak berangkat berhaji suatu hari nanti. Anak usia dini memiliki ingatan yang baik dan cenderung merekam apa saja yang dialami. Untuk itu, pengertian manasik haji untuk anak-anak lebih pada memberikan pengalaman berharga yang bisa dikenang hingga dewasa.